Celine Sharing

blog tempat sharing celine buat semua yang berguna dan memberikan pola pikir fresh, up to date dan all good things

Senin, 31 Oktober 2011

Mengatasi Anak Rewel

Foto: Corbis
Foto: Corbis

Mengatasi Anak Rewel

BUAH hati Anda kerap rewel bila keinginannya tak terpenuhi? Ini bukanlah gejala negatif. Justru inilah caranya menyampaikan keinginan.

Sikapi dengan bijak tanpa harus menuruti segala keinginannya. Zahra Salita anak perempuan usia 2,5 tahun, dia sehat dengan perkembangan normal untuk anak seusianya. Yang membedakan dengan teman seusianya adalah sikapnya yang agak rewel dan temperamen.

Bocah ini mudah sekali menangis, marah, dan teriak-teriak bila keinginannya yang tidak terpenuhi. Sang ayah cenderung menyikapinya dengan mengikuti kemauan buah hatinya.

Pertemuannya yang jarang dengan Zahra membuatnya memilih menurut saja apa maunya. Berbeda dengan sang bunda. Kesibukan yang melilitnya membuat ia sering tak sabar menghadapi sikap Zahra. Ujungnya bila sudah kesal, ia tak jarang mencubit buah hatinya.

"Kadang-kadang pusing juga kalau dengar Zahra terusterusan rewel, ya menangislah, ngerengek ini itulah, kadang kalau lagi gak bisa nahan emosi, saya cubit aja karena kesal. Tapi sesudahnya, tentu saja saya merasa menyesal," papar sang bunda, Lutfia Suyono (27).

Nah, sebenarnya bagaimana sikap yang bijak menghadapi anak yang rewel? Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta, Certified EI, PSYCH-K, SET, mengatakan, anak memiliki lima area pada pertumbuhan anak, yaitu sehat, merasa nyaman, ceria, kuat, dan cerdas emosi maupun intelektualnya.

"Adalah dambaan semua orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh sehat, merasa nyaman, ceria, kuat, dan cerdas emosi maupun intelektualnya," ujar Hanny yang juga menjabat sebagai ketua dari Radani Edutainment dan El Center, lembaga yang fokus usaha pada kegiatan yang menstimulasi kecerdasan dan kesehatan anak dan keluarga.

Hanny menuturkan, untuk perkembangan fisik sudah jelas hasilnya dari perkembangan berat badan, tinggi badan, kuat daya tahan dan lain-lainnya. Dan untuk ukuran kecerdasan, terutama intelektual juga mudah terlihat dan terasa perkembangannya. Namun, agar anak tumbuh di area yang tiga lagi, yaitu merasa nyaman, ceria, dan kuat biasanya agak banyak tantangannya karena belum banyak orangtua yang memahami pendekatan terbaik.

"Maklum, kan tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua," tandas ibu dua anak ini.

Nah biasanya, untuk anak rewel atau bahkan bisa juga sampai temper tantrum (suatu letupan amarah anak saat anak menunjukkan kemandirian dengan sikap negatifnya). Karena ketiga area pertumbuhan lainnya tadi belum terstimulasi dengan baik, anak merasa tidak nyaman, jadi tidak ceria, tidak kuat mentalnya, dan belum cerdas secara emosional.

"Hal-hal tersebut terjadi karena belum adanya keseimbangan di antara lima area perkembangan dan pertumbuhan anak," ucap wanita yang mengambil pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA tahun 2004 dan 2005.

Tentunya orangtua sebagai orang terdekat yang mengasuh anak sebagai salah satu faktor penyebab yang bisa menyebabkan anak seperti itu. Karenanya, ketika anak rewel sampai terjadi temper tantrum, banyak orangtua mengeluh dan menangani anak dengan cara yang sama saja. Misalnya anak menangis, maka orangtua dengan mudahnya memberi apa saja yang diminta anak, atau bisa juga dengan ancaman atau ditakut-takuti karena orangtua merasa pendekatan tersebut sangat efektif.

"Ya benar sekali memang efektif, tetapi efektif hanya untuk jangka pendek. Biasanya kebiasaan itu akan berulang jika sumber utamanya belum ditangani dengan baik," tuturnya.

Masih dikatakan Hanny, anak rewel atau tantrum sebenarnya tidaklah mengkhawatirkan. Sikap rewel menunjukkan perkembangan normal bagi anak, dalam arti dia sudah mempunyai keinginan,tetapi dalam hal lain dia juga masih memiliki keterbatasan dalam hal berkomunikasi verbal. Nah, sebaiknya orangtua bersyukur ketika anaknya mempunyai keinginan, tetapi sulit menyampaikan dan setelah sulit untuk menyampaikan dengan baik, malah dimarahi juga.

"Jika anak tak mempunyai keinginan, yang ada adalah terhambatnya perkembangan anak. Bukankah lebih bagus anak mempunyai keinginan daripada tidak," kata pakar yang mengambil pendidikan di Psychology Kinnesiolgy (PSYCH-K) Anaheim California dan Miami-Florida tahun 2006 dan 2007.

Penyebab lainnya juga bisa karena orangtua yang selalu merasa khawatir, penuh ketakutan dan terlalu protektif sehingga apa yang dirasakan orangtua tersampaikan juga kepada anak sehingga anak merasa tidak nyaman. Hal lainnya juga mereka meniru perilaku orangtua yang mudah marah, mudah teriak, dan berbicara kasar.

"Yang terpenting, sebagai orangtua kita harus berusaha untuk menghindari agar kerewelan anak atau temper tantrum anak tidak menjadi kebiasaan atau digunakan sebagai alat agar keinginannya terpenuhi," sarannya.

Mengatasi Anak Anak Susah Tidur

Sebagai orangtua, kelelahan dan keletihan akan dirasakan ketika menghadapi anak susah tidur, yang tentu saja akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan anak atas perkembangan sistem metabolisme tubuhnya. Hal yang paling sering dilakukan oleh orangtua adalah dengan kata-kata “ancaman” agar anak segera tidur. Seperti misalnya,”Hayooo…buruan bobok! Mama udah capek banget nih. Ntar ada nenek sihir-hantu kalau gak mau bobok!” Meski pun cara ini cukup manjur, akan tetapi sangat tidak dianjurkan sekali. Sebab anak akan berada di bawah tekanan karena merasa ketakutan.
Lalu kira-kira apakah yang harus Anda lakukan sebagai orangtua ketika menghadapi anak tercinta Anda mengalami masalah dalam tidurnya…!? Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa anak susah tidur. Dan berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk Anda sebagai solusi agar anak bisa tidur dengan nyenyak;
Temani Anak Menjelang Tidur : Antara lain dengan membacakan dongeng yang menarik namun tidak seram atau diputarkan musik yang menyenangkan. Bila anak memiliki transitional objects atau sarana tambahan yang selalu dibawanya saat tidur, seperti boneka atau bantal, biarkan si kecil membawanya tidur. “Pokoknya, asal bisa membuat anak merasa bahwa tidur bukan sesuatu yang menakutkan.”



Ciptakan Suasana Kamar Senyaman Mungkin : Pilih warna dinding yang menyenangkan, jangan yang justru menambah keseraman semisal biru gelap; karena bila lampu dimatikan, akan menimbulkan efek bayang-bayang. Bagi anak, kadang ada pengaruhnya,karena mereka masih sensitif. Jadi, “Meski lampu dimatikan, buatlah kamar sedemikian rupa sehingga tak ada efek bayang-bayang yang bisa menimbulkan fantasi menyeramkan pada anak.”
Letak dan Arah Kamar Agar Diperhatikan : Sebaiknya, saat membuat kamar tidur untuk anak agar diperhatikan letak dan arahnya. Jangan sampai ada bayangan dari luar yang masuk kala lampu kamar dimatikan. Bayangan pohon yang tertiup angin bisa menimbulkan fantasi menakutkan, lho.
Pasang Gambar Yang Indah : Misalnya, gambar pemandangan. Kalau perlu, biarkan anak memilih gambar kesayangannya. Jangan pasang gambar yang bisa menimbulkan imajinasi menakutkan. Jika anak tidur di kamar sendiri, tak ada salahnya orangtua mencoba tidur di kamar anak dan merasakan sendiri apa yang sebetulnya membuat anak takut.***

11 Langkah Menghadapi Anak Rewel

(Ini kutipan dari buku parenting pertamaku: Sayang…Bersyukur, Yuk…yang diterbitkan Kalamedina Surabaya. Harga 27.500,-)
Di usianya yang sudah lima tahun lebih, tampang Ubit memang masih imut seperti bayi. Gerak-geriknya menggemaskan dan memancing tawa, tapi dia juga mudah tersengat dan menangis panjang. Jadi, dalam hal dia hobi menangis dan berteriak kencang, saya berusaha lapang dada. Menyalahkan Ubit atau diri sendiri hanya akan merusak hubungan kami. Dengan konsistensi, bersyukur, dan selalu berbaik sangka padanya, sedikit demi sedikit saya mulai menemukan pola komunikasi yang cocok dengan Ubit.
Setidaknya, saat ini saya sedang berusaha menjaga konsistensi untuk menerapkan langkah berikut (mungkin anda mau mencoba?):
1. Ketika dia sedang tenang, ajak ngobrol santai dan buat komitmen bahwa dia akan bicara baik-baik saat ingin atau menolak sesuatu. Lakukan berulang-ulang.
2. Ketika dia mulai rewel atau menangis tanpa sebab jelas, awali dengan menarik nafas panjang (kadang saya berhitung dalam hati, 1 sampai 10) dan Bismillahirrahmanirrahiim
3. Ingat tingkah lucunya, ingat rasa cemas saat dia mendadak sakit.
4. Usahakan agar dia berdiri, dan berlututlah di hadapannya (posisi yang sejajar membuatnya tetap merasa aman. Jika anda berdiri, dia akan terintimidasi dan merasa hendak diterkam raksasa!)
5. Diam, usahakan senyum. Di saat seperti ini, nasihat tak ada gunanya. Pertahankan kontak mata (Ingat, menatap. Anda tentu tahu beda menatap dan melotot…)
6. Setelah beberapa saat, biasanya anak diam. Periksa tubuhnya, pastikan tidak ada luka. Siapa tahu dia menangis memang karena sakit. Tanyakan dengan lembut tapi tegas, Ada yang sakit? Ubit mau bicara apa sama Ibu?
7. Jika dia terus rewel, katakan, Ubit tenangkan diri dulu ya. Kalau sudah tenang, baru kita bicara baik-baik. Ibu tunggu, ya.. Sibukkan diri anda, agar tidak terpancing marah. Di tahap ini, anda boleh mendudukkannya di kursi plastik, atau membaringkannya di kasur. Menangis lama di lantai bisa membuatnya masuk angin.
8. Tunggu, bacalah doa favorit anda. Saya usahakan baca shalawat dan ‘rabbana hablana min azwa jinaa wa dzurriyatina qurrata a’yuni waj’alna lil muttaqiina imaamaa”[i] (berapa lama? Bisa sekian detik, bisa juga sekian jam!)
9. Jika dia berusaha menarik perhatian dengan berguling di lantai atau mengamuk, angkat perlahan, dudukkan atau baringkan kembali. Tetap diam dan senyumlah. Oh ya, pastikan beri dia minum.
10. Jika dia berhenti sejenak, dekati dia dengan sukacita, Ubit sudah tenang? Sudah mau bicara baik-baik? Jika dia mengangguk, selamat. Jika tangisnya meledak lagi, ulangi dari langkah 7.
11. Biasanya, kalau merasa misinya gagal dan gengsi untuk bicara baik-baik, Ubit tetap akan menangis sampai tertidur. Begitu bangun, baru kami bicara baik-baik.

Mengatasi bayi rewel

Satu bulan pertama di rumah mama, kaka Najmi rewel banget.  Suara tangisannya lumayan kenceng.  Cukuplah untuk membuat tetangga bangun.  Sangat panik tentu, karena ini pengalaman pertama mengasuh bayi.  Karena waktu itu lahirnya sesar, bekas operasinya masih sakit.  Kalau mau bergerak harus pelan-pelan.    Sekitar dua minggu pasca operasi, badan sudah mulai pulih dan stabil.  Tapi tetap harus hati-hati.  Lumayan agak ribet, tapi dengan dukungan keluarga, semua bisa dilewati. Intinya adalah persiapkan mental dengan baik.  Artinya berusaha untuk menjaga kestabilan emosi.  Biasanya kalau anak nangis, pasti semua jadi ribet, dan ujung-ujungnya jadi emosi.  Mulailah marah-marah ke anak.  Untungnya semua sudah disiapkan dengan baik.  Jadi, sudah tidak ada masalah menangani anak rewel.

Apa aja sih yang membuat bayi rewel?  Banyak tentunya.  Bayi sering menangis bila ia merasa tidak nyaman, diantaranya:
·         Popok bayi basah
·         Bayi mengantuk.
·         Bayi lapar
·         Bayi sakit
·         Bayi kepanasan

Tidak usah khawatir or panik.   Ada banyak cara untuk mengatasinya.  Ikuti saja petunjuk berikut ini:
·         Periksa popok bayi.  Bayi cenderung akan gelisah bila popoknya basah.  Segera ganti dan jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum mengenakan popok yang baru.
·         Pastikan suhu ruang tidak terlalu dingin atau terlalu panas.  Kulit bayi sangat sensitif terhadap perubahan suhu.  Jika suhu terlalu panas, sebaiknya tanggalkan pakaiannya atau bayi hanya mengenakan singlet saja.  Jika terlalu dingin, ganti pakaian bayi dengan baju hangat dan kaus kaki.  Oleskan minyak kayu putih dan selimuti bayi.
·         Kebutuhan makan dan minum bayi juga harus terpenuhi.  Segera susui, jangan sampai bayi merasa lapar atau haus.
·         Berikan pelukan yang hangat pada bayi.  Pelukan bisa memberikan rasa nyaman pada bayi.   Pelukan juga bisa menetralkan suhu bayi yang tidak stabil.
·         Mengusap punggung bayi juga bisa mengurangi tangisan.   Sentuhan kasih sayang akan membuat bayi merasa nyaman.
·         Ajak bayi jalan-jalan agar bayi juga bisa mendapat udara yang lebih segar.  Bayi akan merasa lebih tenang jika digendong atau bisa juga dengan naik kereta dorong.
·         Jika bayi mengeluarkan banyak keringat dan badannya lengket, sebaiknya mandikan agar bayi merasa lebih segar.
·         Dengarkan nyanyian atau lagu yang berirama lembut.  Jika anda muslim, juga bisa menggunakan murotal alquran.
·         Yang terakhir hanyalah lakukan semuanya dengan penuh rasa cinta dan kesabaran.

Selasa, 18 Oktober 2011

Pengumuman Seleksi Internal Diundur

Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap I (Adminisrasi) Rekrut Internal Tingkat D3/S1 Tahun 2011

Diberitahukan dengan hormat kepada para peserta Rekrut Internal Tingkat D3/S1 Tahun 2011 di lingkungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bahwa berdasarkan Hasil Rapat Kelulusan Seleksi Tahap I (Administrasi) tanggal 13 Oktober 2011 sebagai berikut :
Semula :
Rencana pengumuman hasil kelulusan Seleksi Tahap I (Administrasi) akan diumumkan pada tanggal 18 Oktober 2011.
Menjadi :
Rencana pengumuman hasil kelulusan Seleksi Tahap I (Administrasi) akan diumumkan pada tanggal 21 Oktober 2011.